🚧 Ziarah Lebaran 1447 H: Simak Skema Pengalihan Arus Lalu Lintas di Sekitar TPU Bergota Semarang

SEMARANG – Guna mengantisipasi kepadatan volume kendaraan selama tradisi ziarah kubur pada Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang resmi memberlakukan pengalihan arus lalu lintas di kawasan TPU Bergota. Skema ini diterapkan untuk menjamin kelancaran aktivitas masyarakat sekaligus menjaga ketertiban di salah satu titik pusat ziarah terbesar di Ibu Kota Jawa Tengah tersebut.

Pengalihan arus ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai dari Hari H Lebaran hingga 2 hari setelah Lebaran. Langkah ini diambil mengingat tingginya antusiasme warga yang melakukan ziarah, yang berpotensi menimbulkan kemacetan total jika tidak dilakukan manajemen ruang jalan yang ketat.

Detail Pembatasan Kendaraan dan Jalur

Berdasarkan pemetaan teknis yang dilakukan petugas di lapangan, terdapat klasifikasi kendaraan yang diperbolehkan maupun dilarang melintas di ruas jalan tertentu di sekitar Bergota.

  • Kendaraan Roda Empat, Bus, dan Truk: Dilarang melintas di ruas jalan utama yang berbatasan langsung dengan akses masuk TPU Bergota. Langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadinya bottleneck atau penyempitan jalur akibat kendaraan parkir maupun yang melintas perlahan.
  • Kendaraan Roda Dua: Masih diperbolehkan melintas, namun dengan pengawasan ketat dari petugas Dishub dan Satlantas Polrestabes Semarang. Pengendara motor diminta untuk tetap mengikuti arahan dan tidak berhenti di bahu jalan yang dapat menghambat arus.

Fasilitas Parkir dan Jalur Alternatif

Untuk mendukung kenyamanan peziarah, Dishub Kota Semarang telah menyiapkan area parkir khusus bagi pengguna kendaraan roda dua. Masyarakat diharapkan dapat memaksimalkan lahan parkir resmi yang tersedia agar tidak mengganggu badan jalan.

Bagi masyarakat yang tidak berkepentingan melakukan ziarah di kawasan Bergota, Dishub sangat menyarankan untuk menggunakan jalur alternatif. Pengalihan ini bertujuan membagi beban lalu lintas ke ruas jalan lain agar mobilitas warga secara umum tidak terganggu oleh aktivitas ziarah.

Himbauan bagi Masyarakat dan Peziarah

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang mengimbau kepada seluruh masyarakat agar dapat merencanakan waktu ziarah dengan bijak. Kepatuhan terhadap rambu-rambu portabel dan arahan petugas di lapangan menjadi kunci utama keselamatan bersama.

“Kami meminta kerja sama dari para pengguna jalan, khususnya para peziarah, untuk selalu mematuhi instruksi petugas. Pastikan kendaraan diparkir di tempat yang telah disediakan dan selalu waspada terhadap perubahan arus lalu lintas situasional,” tulis keterangan resmi Dishub Semarang.

Dengan penerapan skema ini, diharapkan tradisi ziarah Lebaran 2026 dapat berjalan dengan khidmat, aman, dan tanpa kendala lalu lintas yang berarti bagi warga Kota Semarang maupun pemudik.

This will close in 0 seconds