🚧 Truk Gagal Menanjak di Silayur, Dishub Semarang Terjunkan Tim PKB Periksa Kelaikan Teknis

SEMARANG – Kecelakaan tunggal melibatkan satu unit truk angkutan barang kembali terjadi di kawasan rawan Tanjakan Silayur, Jalan Prof. Hamka, Kota Semarang, pada Rabu (13/5/2026) dini hari. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang bersama jajaran kepolisian segera melakukan respon cepat guna mengamankan lokasi dan melakukan investigasi teknis mendalam terhadap kendaraan yang terlibat.

Peristiwa yang menimpa truk Hino bernomor polisi AE 8434 BA tersebut terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Berdasarkan data di lapangan, insiden berlangsung saat masa jam operasional kendaraan angkutan barang masih berlaku, yakni di rentang pukul 23.00 hingga 05.00 WIB.

Kronologi: Gagal Menanjak dan Masuk Area SPBU

Truk Hino tersebut diketahui tengah mengangkut muatan paket ekspedisi dalam perjalanan dari Surabaya dengan tujuan Boja, Kendal. Berdasarkan keterangan sementara dari pengemudi, kendaraan mengalami kendala saat mencoba menaklukkan kemiringan Tanjakan Silayur.

Diduga, pengemudi terlambat melakukan perpindahan gigi saat posisi menanjak, sehingga mesin kendaraan kehilangan tenaga (loss power). Kondisi ini menyebabkan truk mundur secara tidak terkendali, melompati pembatas jalan, hingga akhirnya masuk ke area SPBU Silayur. Beruntung, muatan paket yang cukup padat tersebut tidak tumpah ke jalur utama sehingga tidak memperparah hambatan lalu lintas.

Respon Kesiapsiagaan: Uji Teknis di Lokasi Kejadian

Menindaklanjuti insiden tersebut, Dishub Kota Semarang menunjukkan kesiapsiagaan dengan menerjunkan tim khusus Petugas Penguji Kendaraan Bermotor (PKB). Bersama personel Satlantas Polrestabes Semarang, petugas melakukan pemeriksaan mendetail terhadap kondisi teknis dan laik jalan kendaraan (KBM) di tempat kejadian.

“Pemeriksaan ini krusial untuk memastikan kondisi pengereman, sistem transmisi, serta kelaikan mesin secara umum guna mengetahui faktor teknis pasti di balik gagalnya kendaraan menanjak,” tulis laporan resmi humas di lapangan. Langkah kolaboratif ini bertujuan untuk memastikan apakah kecelakaan murni disebabkan oleh faktor kesalahan manusia (human error) atau terdapat malfungsi teknis pada armada tersebut.

Proses Evakuasi dan Pengaturan Arus

Guna mencegah terjadinya kepadatan arus lalu lintas di jam sibuk pagi hari, petugas gabungan segera melakukan pengamanan area. Sebuah unit crane dikerahkan ke lokasi untuk melakukan proses evakuasi badan truk agar akses masuk SPBU dan jalur utama kembali steril.

Selama proses evakuasi berlangsung, personel Dishub tetap bersiaga melakukan pengaturan arus lalu lintas untuk memastikan mobilitas masyarakat di Jalan Prof. Hamka tetap terjaga meskipun terjadi insiden besar di bahu jalan.

Imbauan Keselamatan Bagi Pengemudi Angkutan

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi para pemilik perusahaan otobus maupun pengemudi angkutan barang. Jalur Tanjakan Silayur memiliki karakteristik medan yang ekstrem, sehingga menuntut kesiapan fisik kendaraan dan kemahiran pengemudi yang prima.

Masyarakat dan pengemudi diimbau untuk selalu:

  1. Memastikan Kelaikan Jalan: Mengecek secara berkala sistem pengereman dan tenaga mesin sebelum melakukan perjalanan jauh.
  2. Pahami Karakteristik Medan: Mengantisipasi perpindahan gigi lebih awal sebelum memasuki area pendakian terjal.
  3. Disiplin Jam Operasional: Tetap mematuhi aturan jam lintas guna meminimalisir risiko gesekan dengan kendaraan pribadi di jam padat.

Saat ini, kasus kecelakaan tersebut masih dalam proses penyidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang guna menentukan langkah hukum dan evaluasi kebijakan selanjutnya.

This will close in 0 seconds