SEMARANG – Guna menjamin kelancaran arus lalu lintas selama masa Angkutan Lebaran 2026/1447 Hijriah, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang melakukan pemasangan rambu lalu lintas portabel secara masif. Langkah ini diambil untuk memberikan panduan visual yang jelas bagi para pemudik yang melintasi wilayah Ibu Kota Jawa Tengah, baik melalui jalur arteri maupun titik keluar jalan tol.
Pemasangan rambu sementara ini menjadi krusial mengingat adanya dinamika rekayasa lalu lintas yang kerap berubah menyesuaikan volume kendaraan di lapangan. Dengan adanya rambu portabel, pengguna jalan diharapkan tidak kebingungan saat menghadapi pengalihan arus maupun mencari rute alternatif.
Navigasi Real-Time untuk Kenyamanan Pemudik
Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang melalui bidang terkait menyatakan bahwa pemasangan rambu portabel ini merupakan respons atas kebutuhan informasi arah yang tinggi selama arus mudik. Rambu-rambu tersebut mencakup informasi mengenai petunjuk jurusan, jalur alternatif, hingga peringatan titik rawan kepadatan.
“Pemasangan rambu portabel terus dilakukan untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat selama arus mudik berlangsung,” tulis keterangan resmi Dishub Kota Semarang. Rambu ini dirancang agar mudah terlihat (high visibility) baik pada siang maupun malam hari guna memandu pemudik menuju tujuan dengan lebih efisien.
Fungsi Strategis: Dari Pengalihan Arus hingga Titik Penting
Keberadaan rambu portabel ini tidak hanya sekadar penunjuk arah, namun memiliki fungsi teknis yang lebih luas dalam manajemen lalu lintas:
- Informasi Arah dan Rute Alternatif: Memandu pemudik yang ingin menghindari pusat kota atau titik kemacetan utama di Semarang.
- Panduan Pengalihan Arus: Memberikan instruksi jelas saat kepolisian atau petugas Dishub memberlakukan skema one way atau contra flow secara situasional.
- Penanda Titik Penting: Menginformasikan lokasi posko kesehatan, pos terpadu, hingga tempat istirahat terdekat bagi pengguna jalan yang membutuhkan bantuan darurat.
Dengan sistem informasi jalan yang tertata, perjalanan mudik diharapkan menjadi lebih aman, tertib, dan meminimalisir risiko salah arah yang dapat memicu antrean kendaraan.




