SEMARANG – Momentum refleksi diri dan penguatan nilai kemanusiaan kembali digaungkan di Ibu Kota Jawa Tengah. Menyambut Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era (BE) yang jatuh pada Minggu (31/5/2026), Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang bersama segenap jajaran Pemerintah Kota Semarang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mempererat simpul persaudaraan antarsesama.
Peringatan hari besar keagamaan nasional ini menjadi fondasi penting bagi penataan sosial kota yang berlandaskan kasih sayang, di mana kedamaian dan ketertiban umum dapat terwujud melalui sikap saling menghormati keberagaman.
Damai dalam Kebijaksanaan dan Kasih Sayang
Perayaan Waisak tahun 2026 ini membawa pesan mendalam yang menyentuh esensi kehidupan bermasyarakat, yakni “Damai dalam Kebijaksanaan”. Pesan universal ini dipandang sangat relevan dalam menghadapi dinamika sosial dan pembangunan di Kota Semarang.
Melalui momentum ini, masyarakat diimbau untuk merefleksikan ajaran kebaikan dengan tindakan nyata sehari-hari. “Semoga peringatan Hari Waisak membawa kedamaian, kebijaksanaan, serta semangat untuk menebarkan kasih sayang kepada sesama,” tulis keterangan resmi Humas Pemkot dan Dishub Kota Semarang, Minggu (31/5/2026).
Tindakan menebarkan kasih sayang ini diwujudkan lewat kepedulian antargejala sosial, menurunkan ego di ruang publik, serta mengutamakan keselamatan bersama, termasuk dalam berinteraksi di jalan raya sebagai sesama pengguna jalan.
Memperkuat Toleransi di Ruang Publik
Sebagai kota yang dikenal dengan tingkat toleransi yang tinggi, Semarang terus memupuk nilai-nilai harmoni agar tidak luntur oleh arus modernisasi. Peringatan Waisak menjadi salah satu pilar penopang persatuan nasional di tingkat daerah.
Masyarakat diajak untuk tidak sekadar menjadikan toleransi sebagai slogan, melainkan menjadikannya gaya hidup. “Mari memperkuat nilai toleransi, harmoni, dan persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat,” lanjut pernyataan resmi tersebut.
Bagi instansi teknis seperti Dinas Perhubungan, perwujudan harmoni ini diimplementasikan melalui penyediaan layanan transportasi publik yang inklusif, ramah bagi seluruh kelompok agama, suku, dan golongan, serta adil tanpa membeda-bedakan.
Doa Universal untuk Kebahagiaan Semua Makhluk
Rangkaian ucapan agung hari raya ini ditutup dengan untaian doa Buddhis yang bersifat universal: Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta, yang memiliki arti mendalam “Semoga semua makhluk berbahagia”.
Melalui esensi doa tersebut, Pemerintah Kota Semarang berharap atmosfer kedamaian Waisak dapat menular ke seluruh lini kehidupan warga. Dengan masyarakat yang hidup dalam harmoni dan saling mendukung, visi besar menuju Semarang yang semakin hebat, aman, dan berkeselamatan akan lebih mudah dicapai bersama-sama.
#HariWaisak2570BE #Waisak2026 #DamaiDalamKebijaksanaan #Toleransi #Semarang #DishubSemarang #SemarangHebat #HarmoniSemarang




