🚧 Truk Pengangkut Triplek Terguling di Silayur, Dishub Semarang bersama Polsek Ngaliyan Sigap Berlakukan Contra Flow

SEMARANG – Insiden kecelakaan tunggal kembali terjadi di salah satu titik rawan Ibu Kota Jawa Tengah. Sebuah truk pengangkut olahan triplek yang melaju dari arah Tangerang menuju kawasan Bukit Semarang Baru (BSB) terguling tepat di depan Silayur Park, Kecamatan Ngaliyan, pada Rabu (22/4/2026) pagi. Kejadian ini sempat melumpuhkan akses jalan utama akibat badan truk dan muatan yang menutupi jalur.

Merespons kejadian tersebut, jajaran personel Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang bersama unit Polsek Ngaliyan segera melakukan langkah cepat guna memastikan mobilitas masyarakat tidak terhenti total.

Rekayasa Lalu Lintas: Contra Flow di Tengah Guyuran Hujan

Guna mengurai kepadatan yang mengular akibat badan truk yang menutupi akses, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang bersama jajaran Polsek Ngaliyan segera melakukan langkah taktis. Petugas memberlakukan sistem contra flow untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap terjaga.

Penerapan arus lawan arah (contra flow) ini dilakukan mulai dari arah Ngaliyan menuju ke arah BSB. Langkah ini diambil mengingat volume kendaraan yang tinggi di pagi hari dan posisi truk yang menghalangi lajur pendakian utama. Personel Dishub bersiaga penuh di sepanjang tanjakan untuk memandu pengendara melintasi jalur darurat tersebut.

Peninjauan Langsung Kadishub: Soroti Muatan Berlebih (ODOL)

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang hadir langsung di tempat kejadian perkara (TKP) untuk memimpin jalannya evakuasi sekaligus meninjau penyebab kecelakaan. Dalam peninjauan tersebut, Kadishub sempat melakukan dialog dengan sopir truk terkait beban muatan yang dibawa.

Berdasarkan pemeriksaan fisik di lapangan, meskipun surat Uji KIR kendaraan tersebut tercatat masih aktif hingga September 2026, truk tersebut diduga membawa muatan yang melebihi kapasitas atau Over Dimension Over Loading (ODOL). Hal ini memperkuat dugaan bahwa kekuatan mekanis kendaraan tidak mampu mengimbangi beban saat melintasi kontur jalan yang menanjak dan rawan.

Proses Evakuasi: Penggunaan Crane dan Derek

Proses pemulihan jalur dilakukan secara bertahap untuk meminimalisir risiko bagi pengguna jalan lain:

  1. Evakuasi Muatan: Satu unit crane dikerahkan ke lokasi untuk memindahkan tumpukan olahan triplek yang menghalangi lajur utama.
  2. Penderekan Kendaraan: Setelah muatan berhasil dipindahkan, truk segera diderek agar akses jalan dapat terbuka sepenuhnya bagi kendaraan masyarakat.

Himbauan Keselamatan: “Baca Situasi” di Jalur Rawan

Dinas Perhubungan Kota Semarang mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk ekstra waspada saat melintasi jalur rawan kecelakaan, baik di tanjakan maupun turunan. Mengingat setiap kendaraan memiliki kekuatan mekanis yang berbeda, masyarakat diminta untuk proaktif menjaga keselamatan diri.

“Meskipun masa uji kendaraan aktif, jika muatan sudah overload, tidak ada jaminan keamanan. Kami menghimbau masyarakat untuk menghindari berkendara terlalu dekat dengan truk-truk ODOL, terutama di jalur landai atau tanjakan,” tulis keterangan resmi tersebut.

Pengendara diingatkan untuk selalu menjaga jarak aman dan memiliki kemampuan untuk “membaca situasi”. Apabila terdapat ruang aman untuk mendahului kendaraan besar di jalur rawan, segera lakukan dengan penuh perhitungan untuk menghindari risiko berada di titik buta (blind spot) kendaraan berat.

This will close in 0 seconds