SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bekerja sama dengan Bank BJB dan Kompas sukses menggelar ajang lari maraton bertaraf nasional, Semarang Kompas 10K, pada Minggu pagi, 14 Desember 2025. Untuk menjamin kelancaran dan keamanan rute lari yang melintasi jalan-jalan utama kota, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang memberlakukan skema pengalihan arus lalu lintas besar-besaran dan penertiban parkir di sepanjang lintasan.
Kegiatan ini sendiri dihadiri dan diikuti oleh berbagai tokoh, termasuk Ibu Walikota Semarang,menunjukkan dukungan penuh dari jajaran Pemkot Semarang.
Rekayasa Arus di Pusat Kota dan Penutupan Dinamis
Menurut Kepala Bidang Pengendalian dan Penertiban Dishub Kota Semarang, fokus utama rekayasa lalu lintas adalah memastikan rute 10 kilometer steril dari kendaraan. Penutupan jalan bersifat sementara, yang berarti arus akan dibuka kembali segera setelah pelari terakhir melewati lintasan, sehingga dampak kemacetan dapat dikelola.
Skema pengalihan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama selama kegiatan Semarang Kompas 10K.
Perhatian khusus diberikan pada area sentral seperti Simpang Lima yang diberlakukan sterilisasi total dari segala jenis kendaraan maupun aktivitas pesepeda. Pengalihan arus yang dilakukan Dishub meliputi:
- Arus kendaraan dari arah Ciputta dialihkan menuju Jalan Ahmad Dahlan.
- Arus dari exit Masjid Baiturahman dialihkan ke Jalan Gajah Mada.
- Arus dari arah Pahlawan dialihkan menuju Jalan Pandanaran.
Titik-titik seperti ujung Cikutra–Matahari dan ujung Pandanaran–Simpanglima menjadi perhatian khusus personel Dishub agar tidak ada kendaraan maupun pelari tak resmi yang masuk lintasan.
Parkir dan Keamanan Rute Disisir Tuntas
Guna memastikan rute bebas hambatan, Dishub telah melakukan penertiban parkir secara masif sejak Sabtu malam. Tim derek Dishub bergerak cepat mulai pukul 22.00 WIB hingga menjelang subuh, pukul 04.50 WIB, untuk menyisir dan menertibkan seluruh kendaraan yang parkir di sepanjang rute lari.
Untuk pengamanan lintasan, Dishub mengerahkan berbagai unit, termasuk tim Bike Marshal (BM). Tim BM “sapu bersih” sudah menyisir rute 10 menit sebelum start. Petugas Dishub juga disiagakan di lokasi yang minim kehadiran kepolisian, serta mengawasi pergerakan Golfcar yang ditempatkan paling belakang rombongan.
Suasana pelaksanaan Semarang Kompas 10K di mana petugas Dishub sigap mengamankan lintasan agar berjalan lancar.
Dukungan Transportasi Publik dan Rekayasa Udinus
Dalam rangka mendukung kelancaran kegiatan, bus listrik dan bus sekolah telah disiagakan di titik nol, depan Kantor Pos Johar. Selain itu, Dishub memberlakukan rekayasa pembagian lajur, yaitu membagi Jalan Imam Bonjol depan Udinus menjadi dua arah untuk mengalirkan lalu lintas yang tersendat.
Potret peserta 10K melintasi jalur yang diamankan Dishub. Pengamanan jalur berlangsung hingga pelari terakhir lewat.
Dishub Kota Semarang mengapresiasi partisipasi masyarakat dan mengimbau pengendara untuk mematuhi rekayasa yang diberlakukan. Penanganan lalu lintas yang sigap dan terencana ini adalah kunci utama suksesnya Semarang Kompas 10K sebagai ajang olahraga kebanggaan kota.







